Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

dak keraton vs gempa

KETAHANAN TERHADAP GEMPA       KETAHANAN TERHADAP GEMPA                          Beban  gempa  merupakan  salah  satu  beban  yang  harus  diperhitungkan dalam perencanaan struktur bangunan, terutama untuk daerah rawan gempa. Pada perencanaan sebuah bangunan beban gempa dihitung berdasarkan anlisis beban statik ekuivalen, sesuai dengan Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung  (SPKGUSBG-2002). Faktor yang menjadi tolak ukur akan beban nominal gempa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Faktor respon gempa 2. Faktor keutamaan bangunan 3. Faktor reduksi gempa 4. Berat total bangunan Dengan tidak mengurangi fungsi dari struktur utama pada bangunan tingkat atau lantai lebih dari satu yangman faktor utamanya adalah dengan Kolom Kuat Balok Lemah adalah mencari alternatif pelat dak sebagi pengganti plat beton yangmana kita sudah ...

Dak Keraton Solusi Cerdas dan Hemat Untuk Kebutuhan Lantai Tingkat

Gambar
Sempitnya kepemilikan tanah dan mahalnya harga tanah bila dibandingkan dengan harga bangunan, hal ini terutama sangat dirasakan dikota-kota yang padat penduduk, juga disertai kebutuhan untuk memambah ruang bangunan membuat orang berpikir keras untuk bagaimana caranya kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Hal ini dapat dipenuhi dengan membangun secara vertikal atau membangun ruangan keatas. Ada banyak pilihan untuk membuat bangunan keatas yang istilahnya sering disebut oleh orang banyak dengan ngedak bangunan. Dimasyarakat umum cara paling banyak digunakan adalah dak beton biasa yang bisa disebut juga dak konvensional.Sebenarnya ada cara ngedak yang murah, hemat dan cepat pengerjaannya  yaitu dak keraton . Perbandinganya sebagai berikut : Adapun perbandingan dak beton sebagai berikut : Berat Dak Beton 288 Kg/m2 dengan ketebalan 12 Cm. Memerlukan Bikisting, Kayu dan papan untuk cor yang banyak juga berisik dalam pengerjaannya dan membutuhkan pekerja lebih dari 10 Ora...

SAMPLE DAK KERATON

Gambar

KELEBIHAN DAK KERATON

Kelebihan dak keraton : 1.KEKUATAN material ini sudah diuji laboratorium yang mendapat hasil bawah keraton akan melendut pada beban diatas 500 kg/m. Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.99. Ketebalan dak dibuat 15 cm sehingga estimasi perkiraan pembebanan : a. Untuk beban 500 kg / m2 kuat hingga bentangan 3,6 m b. Untuk beban 400 kg / m2 kuat hingga bentangan 3,8 m c. Untuk beban 300 kg / m2 kuat hingga bentangan 4,2 m d. Untuk beban 200 kg / m2 kuat hingga bentangan 4,65 m e. Untuk beban 100 kg / m2 kuat hingga bentangan 5,4 mKekuatan setara cor beton dan sesuai Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971dan Standart Nasional Indonesia (SNI) 1991 2. KUALITAS : Kekuatan material ini sudah teruji di laboratorium Pustekim Bandung paten dan hak cipta ID 0 018 083, dan telah sesuai dengan loading tes II No LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.9……… kontak me:081999073117/085878593525/081270209827.

SEJARAH DAK KERATON

 SEJARAH DAK KERATON KE INDONESIA   Dak keraton lahir atas kerjasama beberapa negara di eropa (Jerman dan Belanda) sekitar 100 tahun yang lalu. Kemudian teknologi material ini dibawa ke Indonesia melalui Proyek BantuanTeknis Pembangunan Industri Bahan Bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/740/034). Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, Dak keraton diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum. Aplikasi material pada penelitian ini merupakan pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia. Kemudian dikembangkan lagi dengan modifikasi model oleh Ir. Judadi tahun 1984, setelah itu tahun 1990 oleh Ir. Bambang Mursodo dikembangkan lagi modifikasinya. Dak keratonMaterial Dak keraton sudah teruji dan sesuai dengan loading test. Diuji oleh pustekim-bandung patent dan hak cipta ID 0 018 083. Dari tanah liat yang pembakarannya dilakukan pada suhu 1.000 derajat celcius. ...